<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>CahFisika05</title>
	<atom:link href="http://cahfisika05.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahfisika05.wordpress.com</link>
	<description>...the last but not the least</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Feb 2010 15:46:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cahfisika05.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>CahFisika05</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cahfisika05.wordpress.com/osd.xml" title="CahFisika05" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cahfisika05.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>arissetyawanbii.blog.uns.ac.id</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com/2010/02/28/arissetyawanbii-blog-uns-ac-id/</link>
		<comments>http://cahfisika05.wordpress.com/2010/02/28/arissetyawanbii-blog-uns-ac-id/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 15:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahfisika05</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahfisika05.wordpress.com/2010/02/28/arissetyawanbii-blog-uns-ac-id/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Sepertinya akan lebih aktif pada alamat yang baru yaitu arissetyawanbii.blog.uns.ac.id Semoga dimudahkan dan terima kasih aka jazakumullahu khoiron atas kunjungan Anda.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=92&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bismillah</em></p>
<p>Sepertinya akan lebih aktif pada alamat yang baru yaitu <a href="http://arissetyawanbii.blog.uns.ac.id" target="_self">arissetyawanbii.blog.uns.ac.id</a></p>
<p>Semoga dimudahkan dan terima kasih aka <em>jazakumullahu khoiron</em> atas kunjungan Anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahfisika05.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahfisika05.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahfisika05.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahfisika05.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahfisika05.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahfisika05.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahfisika05.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahfisika05.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahfisika05.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahfisika05.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahfisika05.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahfisika05.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahfisika05.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahfisika05.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=92&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahfisika05.wordpress.com/2010/02/28/arissetyawanbii-blog-uns-ac-id/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ea22c28db15a9c13ae799052e220782?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahfisika05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat-Kiat Menuju Pelaminan</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/05/24/kiat-kiat-menuju-pelaminan/</link>
		<comments>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/05/24/kiat-kiat-menuju-pelaminan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 13:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahfisika05</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[pelaminan]]></category>
		<category><![CDATA[pengen nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahfisika05.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Alhamdulillah, puji syukur senantiasa membasahi lisan ini dan semoga demikian dengan hati dan amal perbuatan kita. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat mampir ke website buletin muslim dan di sana saya membaca sebuah artikel yang sangat bagus menurut versi saya. Terkait dengan sesuatu yang akan membuat makhluk yang sangat besar bahkan terbesar yang pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=87&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah</p>
<p>Alhamdulillah, puji syukur senantiasa membasahi lisan ini dan semoga demikian dengan hati dan amal perbuatan kita. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat mampir ke website <a href="http://buletin.muslim.or.id" target="_blank">buletin muslim</a> dan di sana saya membaca sebuah artikel yang sangat bagus menurut versi saya. Terkait dengan sesuatu yang akan membuat makhluk yang sangat besar bahkan terbesar yang pernah dicipta ini melakukan vibrasi yang heem&#8230;.wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Berikut saya copi pastekan isi dari website tersebut. Semoga bermanfaat&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh indah ikatan suci antara dua orang insan yang pasrah untuk saling berjanji setia menemani mengayuh biduk mengarungi lautan kehidupan. Dari ikatan suci ini dibangun keluarga bahagia, yang dipimpin oleh seorang suami yang shalih dan dimotori oleh seorang istri yang shalihah. Mereka mengerti hak-hak dan kewajiban mereka terhadap pasangannya, dan mereka pun memahami hak dan kewajiban mereka kepada Allah <em>Ta’ala</em>. Kemudian lahir dari mereka berdua anak-anak yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah <em>Azza Wa Jalla</em>. Cinta dan kasih sayang pun tumbuh subur di dalamnya. Rahmat dan berkah Allah pun terlimpah kepada mereka. Inilah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, samara kata orang. Inilah model keluarga yang diidamkan oleh setiap muslim tentunya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-87"></span>Tidak diragukan lagi, bahwa untuk menggapai taraf keluarga yang demikian setiap orang harus melewati sebuah pintu, yaitu pernikahan. Dan usaha untuk meraih keluarga yang samara ini hendaknya sudah dimulai saat merencanakan pernikahan. Pada tulisan singkat ini akan sedikit dibahas beberapa kiat menuju pernikahan Islam yang diharapkan menjadi awal dari sebuah keluarga yang samara.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berbenah Diri Untuk Mendapatkan Yang Terbaik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penulis ingin membicarakan 2 jenis manusia ketika ditanya: “Anda ingin menikah dengan orang shalih/shalihah atau tidak?”. Manusia jenis pertama menjawab “Ya, tentu saja saya ingin”, dan inilah muslim yang masih bersih fitrahnya. Ia tentu mendambakan seorang suami atau istri yang taat kepada Allah, ia mendirikan shalat ia menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ia menginginkan sosok yang shalih atau shalihah. Maka, jika orang termasuk manusia pertama ini agar ia mendapatkan pasangan yang shalih atau shalihah, maka ia harus berusaha menjadi orang yang shalih atau shalihah pula. Allah <em>Azza Wa Jalla</em> berfirman yang artinya: <em>“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula”</em> [QS. An Nur: 26]. Yaitu dengan berbenah diri, berusaha untuk bertaubat dan meninggalkan segala kemaksiatan yang dilakukannya kemudian menambah ketaatan kepada Allah <em>Ta’ala</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan manusia jenis kedua menjawab: “Ah saya sih ndak mau yang alim-alim” atau semacam itu. Inilah seorang muslim yang telah keluar dari fitrahnya yang bersih, karena sudah terlalu dalam berkubang dalam kemaksiatan sehingga ia melupakan Allah <em>Ta’ala</em>, melupakan kepastian akan datangnya hari akhir, melupakan kerasnya siksa neraka. Yang ada di benaknya hanya kebahagiaan dunia semata dan enggan menggapai kebahagiaan akhirat. Kita khawatir orang-orang semacam inilah yang dikatakan oleh Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> sebagai orang yang enggan masuk surga. Lho, masuk surga koq tidak mau? Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda: <em>“Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan”</em>. Para sahabat bertanya: ‘Siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah?’. Beliau bersabda: <em>“Yang taat kepadaku akan masuk surga dan yang ingkar terhadapku maka ia enggan masuk surga”</em> [HR. Bukhari]</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang istri atau suami adalah teman sejati dalam hidup dalam waktu yang sangat lama bahkan mungkin seumur hidupnya. Musibah apa yang lebih besar daripada seorang insan yang seumur hidup ditemani oleh orang yang gemar mendurhakai Allah dan Rasul-Nya? Padahal Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam </em>bersabda: <em>“Keadaan agama seorang insan tergantung pada keadaan agama teman dekatnya. Maka sudah sepatutnya kalian memperhatikan dengan siapa kalian berteman dekat”</em> [HR. Ahmad, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bekali Diri Dengan Ilmu</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ilmu adalah bekal penting bagi seseorang yang ingin sukses dalam pernikahannya dan ingin membangun keluarga Islami yang samara. Ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu agama tentunya. Secara umum, seseorang perlu membekali diri dengan ilmu-ilmu agama, minimal ilmu-ilmu agama yang wajib bagi setiap muslim. Seperti ilmu tentang aqidah yang benar, tentang tauhid, ilmu tentang syirik, tentang wudhu, tentang shalat, tentang puasa, dan ilmu yang lain, yang jika ilmu-ilmu wajib ini belum dikuasai maka seseorang dikatakan belum benar keislamannya. Lebih baik lagi jika membekali diri dengan ilmu agama lainnya seperti ilmu hadits, tafsir al Qur’an, Fiqih, Ushul Fiqh karena tidak diragukan lagi bahwa ilmu adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Renungkanlah firman Allah <em>Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”</em> [QS. Al Mujadalah: 11]</p>
<p style="text-align:justify;">Secara khusus, ilmu yang penting untuk menjadi bekal adalah ilmu tentang pernikahan. Tata cara pernikahan yang syar’I, syarat-syarat pernikahan, macam-macam mahram, sunnah-sunnah dalam pernikahan, hal-hal yang perlu dihindari, dan yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Siapkan Harta Dan Rencana</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak dapat dipungkiri bahwa pernikahan membutuhkan kemampuan harta. Minimal untuk dapat memenuhi beberapa kewajiban yang menyertainya, seperti mahar, mengadakan walimah dan kewajiban memberi nafkah kepada istri serta anak-anak. Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda: <em>“Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.”</em> [HR. Ahmad, Abu Dawud].</p>
<p style="text-align:justify;">Namun kebutuhan akan harta ini jangan sampai dijadikan pokok utama sampai-sampai membuat seseorang tertunda atau terhalang untuk menikah karena belum banyak harta. Harta yang dapat menegakkan tulang punggungnya dan keluarganya itu sudah mencukupi. Karena Allah dan Rasul-Nya mengajarkan akhlak zuhud (sederhana) dan qana’ah (mensyukuri apa yang dikarunai Allah) serta mencela penghamba dan pengumpul harta. Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda: <em>“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah dan celakalah hamba khamilah. Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah”</em> [HR. Bukhari].</p>
<p style="text-align:justify;">Disamping itu, terdapat larangan bermewah-mewah dalam mahar dan terdapat teladan menyederhanakan walimah. Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda: <em>“Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya”</em> [HR. Ahmad]. Beliau <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> juga, berdasarkan hadits Anas Bin Malik <em>Radhiyallahu’anhu</em>, ketika menikahi Zainab Bintu Jahsy mengadakan walimah hanya dengan menyembelih seekor kambing [HR. Bukhari-Muslim].</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu rumah tangga bak sebuah organisasi, perlu manajemen yang baik agar dapat berjalan lancar. Maka hendaknya bagi seseorang yang hendak menikah untuk membuat perencanaan matang bagi rumah tangganya kelak. Misalnya berkaitan dengan tempat tinggal, pekerjaan, dll.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pilihlah Dengan Baik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wasallam</em> bersabda : <em>“Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius : nikah, cerai dan ruju’ ”</em> (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali Nasa’i). Salah satunya dikarenakan menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup insya Allah. Jika demikian, merupakan salah satu kemuliaan syariat Islam bahwa orang yang hendak menikah diperintahkan untuk berhati-hati, teliti dan penuh pertimbangan dalam memilih pasangan hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Kriteria yang paling utama adalah <span style="text-decoration:underline;">agama yang baik</span>. Setiap muslim atau muslimah yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami atau istri yang baik agamanya, ia memahami aqidah Islam yang benar, ia menegakkan shalat, senantiasa mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sebagaimana Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> menganjurkan memilih istri yang baik agamanya <em>“Wanita dikawini karena empat hal : ……. hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”</em>. [HR. Bukhari- Muslim]. Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> juga mengancam orang yang menolak lamaran dari seorang lelaki shalih <em>“Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi”</em> [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah].</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu ada beberapa kriteria lainnya yang juga dapat menjadi pertimbangan untuk memilih calon istri atau suami:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Sebaiknya ia berasal dari keluarga yang baik nasabnya (bukan keluarga pezina atau ahli maksiat)</li>
<li> Sebaiknya ia sekufu. Sekufu maksudnya tidak jauh berbeda kondisi agama, nasab dan kemerdekaan dan kekayaannya</li>
<li> Gadis lebih diutamakan dari pada janda</li>
<li> Subur (mampu menghasilkan keturunan)</li>
<li> Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wasallam</em> bersabda: <em>“Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan jika engkau pandang…” </em>[HR. Thabrani]</li>
<li> Hendaknya calon istri memahami wajibnya taat kepada suami dalam perkara yang ma’ruf</li>
<li> Hendaknya calon istri adalah wanita yang mengaja auratnya dan menjaga dirinya dari lelaki non-mahram.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Shalat Istikharah Agar Lebih Mantap</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pentingnya urusan memilih calon pasangan, membuat seseorang layak untuk bersungguh-sungguh dalam hal ini. Selain melakukan usaha, jangan lupa bahwa hasil akhir dari segala usaha ada di tangan Allah <em>Azza Wa Jalla</em>. Maka sepatutnya jangan meninggalkan doa kepada Allah <em>Ta’ala</em> agar dipilihkan calon pasangan yang baik. Dan salah satu doa yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan shalat Istikharah. Sebagaimana hadits dari Jabir <em>Radhiyallahu’anhu</em>, ia berkata: “Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam </em>mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan Al Qur’an” [HR. Bukhari].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Datangi Si Dia Untuk Nazhor Dan Khitbah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah pilihan telah dijatuhkan, maka langkah selanjutnya adalah Nazhor. Nazhor adalah memandang keadaan fisik wanita yang hendak dilamar, agar keadaan fisik tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk melanjutkan melamar wanita tersebut atau tidak. Terdapat banyak dalil bahwa Islam telah menetapkan adanya Nazhor bagi lelaki yang hendak menikahi seorang wanita. Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam </em>bersabda: <em>“Jika salah seorang dari kalian meminang wanita, maka jika dia bisa melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah”</em> [HR. Abu Dawud].</p>
<p style="text-align:justify;">Namun dalam nazhor disyaratkan beberapa hal yaitu, dilarang dilakukan dengan berduaan namun ditemani oleh mahrom dari sang wanita, kemudian dilarang melihat anggota tubuh yang diharamkan, namun hanya memandang sebatas yang dibolehkan seperti wajah, telapak tangan, atau tinggi badan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalil-dalil tentang adanya nazhor dalam Islam juga mengisyaratkan tentang terlarangnya pacaran dalam. Karena jika calon pengantin sudah melakukan pacaran, tentu tidak ada manfaatnya melakukan Nazhor.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah bulat keputusan maka hendaknya lelaki yang hendak menikah datang kepada wali dari sang wanita untuk melakukan khitbah atau melamar. Islam tidak mendefinisikan ritual atau acara khusus untuk melamar. Namun inti dari melamar adalah meminta persetujuan wali dari sang wanita untuk menikahkan kedua calon pasangan. Karena persetujuan wali dari calon wanita adalah kewajiban dan pernikahan tidak sah tanpanya. Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda: <em>“Tidak sah suatu pernikahan kecuali dengan keberadaan wali”</em> [HR. Tirmidzi]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Siapkan Mahar</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah mahar, atau disebut juga mas kawin. Mahar adalah pemberian seorang suami kepada istri yang disebabkan pernikahan. Memberikan mahar dalam pernikahan adalah suatu kewajiban sebagaimana firman Allah <em>Ta’ala</em> yang artinya: <em>“Maka berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban” </em>[QS. An Nisa: 24]. Dan pada hakekatnya mahar adalah ‘hadiah’ untuk sang istri dan mahar merupakan hak istri yang tidak boleh diambil. Dan terdapat anjuran dari Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> untuk tidak terlalu berlebihan dalam mahar, agar pernikahannya berkah. Sebagaimana telah dibahas di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu semua dijalani akhirnya sampailah di hari bahagia yang ditunggu-tunggu yaitu hari pernikahan. Dan tali cinta antara dua insan pun diikat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Belum Sanggup Menikah?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah uraian singkat mengenai kiat-kiat bagi seseorang yang hendak menapaki tangga pernikahan. Nah, lalu bagaimana kiat bagi yang sudah ingin menikah namun belum dimampukan oleh Allah <em>Ta’ala</em>? Allah <em>Subhanahu Wa Ta’ala</em> berfirman yang artinya: <em>“Orang-orang yang belum mampu menikah hendaknya menjaga kesucian diri mereka sampai Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya”</em> [QS. An Nur: 33]. As Sa’di menjelaskan ayat ini: “Yaitu menjaga diri dari yang haram dan menempuh segala sebab yang dapat menjauhkan diri keharaman, yaitu hal-hal yang dapat memalingkan gejolak hati terhadap hal yang haram berupa angan-angan yang dapat dikhawatirkan dapat menjerumuskan dalam keharaman” [<em>Tafsir As Sa’di</em>]. Intinya, Allah <em>Ta’ala</em> memerintahkan orang yang belum mampu untuk menikah untuk bersabar sampai ia mampu kelak. Dan karena dorongan untuk menikah sudah bergejolak mereka diperintahkan untuk menjaga diri agar gejolak tersebut tidak membawa mereka untuk melakukan hal-hal yang diharamkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> juga menyarakan kepada orang yang belum mampu untuk menikah untuk banyak berpuasa, karena puasa dapat menjadi tameng dari godaan untuk bermaksiat [HR. Bukhari-Muslim]. Selama masih belum mampu untuk menikah hendaknya ia menyibukkan diri pada hal yang bermanfaat. Karena jika ia lengah sejenak saja dari hal yang bermanfaat, lubang kemaksiatan siap menjerumuskannya. Ibnul Qayyim Al Jauziyah memiliki ucapan emas: “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” (<em>Al Jawabul Kaafi Liman Sa’ala ‘An Ad Dawa Asy Syafi</em>, hal. 109). Kemudian senantiasa berdoa agar Allah memberikan kemampuan untuk segera menikah. <em>Wallahul Musta’an</em>. [Yulian Purnama]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahfisika05.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahfisika05.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahfisika05.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahfisika05.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahfisika05.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahfisika05.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahfisika05.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahfisika05.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahfisika05.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahfisika05.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahfisika05.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahfisika05.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahfisika05.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahfisika05.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=87&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/05/24/kiat-kiat-menuju-pelaminan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ea22c28db15a9c13ae799052e220782?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahfisika05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Dia Jodohku? Seorang Akhwat Yang Ada Dalam Doaku?</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/05/02/puisi/</link>
		<comments>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/05/02/puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 04:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahfisika05</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pengen nikah]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahfisika05.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah. Hari ini, ketika saya searching di internet, saya menemukan sebuah situs yang sangat bagus, layak untuk dibaca. Setelah beberapa artikel saya baca, secara cepat, saya menemukan sebuah artikel atau lebih tepatnya puisi  dengan judul &#8211;[ Apakah Dia Jodohku? Seorang Akhwat Yang Ada Dalam Doaku? ]&#8211; yang isinya hem&#8230;sungguh menggugah jiwa ini. Berikut saya copaskan puisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=83&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah.</p>
<p>Hari ini, ketika saya searching di internet, saya menemukan sebuah <a href="http://sutraungu.wordpress.com" target="_blank">situs</a> yang sangat bagus, layak untuk dibaca. Setelah beberapa artikel saya baca, secara cepat, saya menemukan sebuah artikel atau lebih tepatnya puisi  dengan judul</p>
<p>&#8211;[ Apakah Dia Jodohku? Seorang Akhwat Yang Ada Dalam Doaku? ]&#8211;</p>
<p>yang isinya hem&#8230;sungguh menggugah jiwa ini. Berikut saya copaskan puisi tersebut&#8230;</p>
<p>&#8211;[</p>
<p>Inilah goresan pena dari sang ikhwan (ana (penulis-ed)) yang mendambakan akhwat sholehah, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.</p>
<p><em>Yaa……Rabbi……..<br />
Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku<br />
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu<br />
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam<br />
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain</em></p>
<p><em><span id="more-83"></span>Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting<br />
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau<br />
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya<br />
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup<br />
Sehingga hidupnya tidak sia-sia</em></p>
<p><em>Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas<br />
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku<br />
Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku<br />
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau</em></p>
<p><em>Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi<br />
Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki shalehah ketika aku berada di sisinya<br />
Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal<br />
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal<br />
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa<br />
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang</em></p>
<p><em>Ya..Rabbi……<br />
Aku tak meminta seseorang yang sempurna<br />
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu<br />
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya<br />
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya<br />
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya<br />
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup</em></p>
<p><em>Aku tidak mengharap dia semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.<br />
Aku hanya mengharap seorang akhwat akhir zaman,<br />
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,<br />
Membangun keturunan yang sholeh,<br />
Membangun peradaban,<br />
dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat</em></p>
<p><em>Karena aku sadar aku bukanlah<br />
orang yang semulia abu baker Radhiyallahu,<br />
Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,<br />
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu<br />
Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.<br />
Aku hanyalah seorang lelaki akhir zaman<br />
yang punya cita - cinta</em></p>
<p><em>Ya…..Rabbii …….<br />
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku<br />
Buatlah aku menjadi ikhwan yang dapat membuatnya bangga<br />
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku</em></p>
<p><em>Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu</em></p>
<p><em>Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya<br />
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya<br />
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,<br />
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat</em></p>
<p><em>kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik<br />
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap</em></p>
<p><em>Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat<br />
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan<br />
Tapi awal sebuah langkah<br />
Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian<br />
Untuk belajar kesabaran &amp; ridho-Mu, ya Rabbi</em></p>
<p><em>Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:<br />
” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang<br />
dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.</em></p>
<p><em>Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat<br />
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan….</em></p>
<p>Astaghfirullah, Wallahu’alam bisshowab</p>
<p>Dari ikhwan yang membutuhkan ampunan Allah azzawajalla, dan mengharapkan doaku dikabulkanNYA untuk mendapatkan istri yang sholehah.</p>
<p>]&#8211;</p>
<p>Semoga bermanfaat..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahfisika05.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahfisika05.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahfisika05.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahfisika05.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahfisika05.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahfisika05.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahfisika05.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahfisika05.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahfisika05.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahfisika05.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahfisika05.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahfisika05.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahfisika05.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahfisika05.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=83&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/05/02/puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ea22c28db15a9c13ae799052e220782?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahfisika05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ya Akhi, ya Ukhti&#8230; Ingatkan diri ini..</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/05/02/ya-akhi-ya-ukhti-ingatkan-diri-ini/</link>
		<comments>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/05/02/ya-akhi-ya-ukhti-ingatkan-diri-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 11:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahfisika05</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahfisika05.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah. Ya Akhi, ya Ukhti&#8230; seperti pada judul di atas, saya mohon kepada semua pembaca blog saya ini, agar mengingatkan saya dengan postingan kali ini jika saya khilaf.  Postingan ini sebenarnya ditujukan kepada muslimah, tetapi bagi para primus (pria muslim) juga merupakan suatu pengingat yang sangat perlu. Seperti dalam pengamanan sebuah sistem komputer, maka jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=79&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah.</p>
<p>Ya Akhi, ya Ukhti&#8230; seperti pada judul di atas, saya mohon kepada semua pembaca blog saya ini, agar mengingatkan saya dengan postingan kali ini jika saya khilaf.  Postingan ini sebenarnya ditujukan kepada muslimah, tetapi bagi para primus (pria muslim) juga merupakan suatu pengingat yang sangat perlu. Seperti dalam pengamanan sebuah sistem komputer, maka jika kita ingin mengamankannya, kita juga harus tahu cara-cara bagaimana sistem itu diserang. (bukan berarti seorang muslim dan muslimah harus saling menyerang lho). Semoga dengan hal ini akan mengembalikan diri ini kepada jalan yang lurus dan semoga menambah amal ibadah bagi Akhi wa Ukhti semua.</p>
<p>Postingan ini saya ambil dari sebuah <a href="http://abuzubair.wordpress.com/" target="_blank">website</a> yang begitu bagus menurut saya, dari sebuah pertanyaan bagus yang semoga Allah merahmati penanya dengan pertanyaan sebagai berikut :</p>
<blockquote><p><strong>Bagaimana hubungan pertemanan laki-laki dan perempuan dalam islam?</strong></p></blockquote>
<p>dan dijawab pula oleh seorang ustadz dengan jawaban yang mengena, beliau adalah Ust. Abu Umar Basyier dengan jawaban sebagai berikut :</p>
<p><span id="more-79"></span></p>
<blockquote><p><em>Alhamdulillah</em>. Seorang wanita muslimah, memiliki batasan hijab yang juga membatasi segala aktivitasnya agar terlindungi dari maksiat dan kerusakan. Hijab, bukan sekadar lembaran pakaian yang menutup aurat seorang wanita muslimah, namun juga lembaran ketakwaan yang membatasi segala gerak-gerik, ucapan dan perilaku wanita muslimah. Berkomunikasi dengan lawan jenis, boleh-boleh saja, asalkan hanya dalam batas yang memang diperlukan.</p>
<p>Jangankan dengan lawan jenis, dalam segala hal saja, Umar bin Al-Khaththab pernah mengatakan, “Ucapan itu hanya ada empat, selain itu cuma sampah belaka. Pertama, membaca Al-Quran. Kedua, membaca hadits-hadits nabi. Ketiga, membaca ucapan-ucapan penuh hikmat dari para ulama. Keempat, berbicara hal yang penting, dalam soal keduniaan.”</p>
<p>Itu, bagi setiap muslim dan muslimah. Tidak layak seorang muslim atau muslimah mengobrol dalam soal-soal keseharian secara berlebihan, karena semua itu ibarat sampah yang seringkali mengandung kotoran dosa dan maksiat. Apalagi, antara seorang muslimah dengan seorang muslim, yang harus saling menjaga kehormatan masing-masing. Memang, berbicara dengan lawan jenis diperbolehkan. Tapi para ulama, memberikan beberapa rambu, sesuai dengan berbagai nash dalam syariat yang ada.</p>
<p><strong>Menahan Pandangan</strong><br />
Allah berfirman, ”<em>Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya …</em>” (An-Nur: 30-31)</p>
<p><strong>Menutup Aurat</strong><br />
Allah berfirman, ”<em>… Dan janganlah mereka (wanita-wanita mukmin) menampilkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari pandangan dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya …</em>” (An-Nur: 31)</p>
<p>Artinya, bila harus berbicara dengan pria non mahram, seorang wanita muslimah harus menutup aurat sebatas yang dia yakini sebagai aurat, menurut dasar yang jelas.<br />
<strong>Tenang dan Terhormat dalam Gerak-Gerik</strong></p>
<p>Allah berfirman, “<em>… Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” </em>(Al-Ahzab: 32)</p>
<p>Di sini, yang perlu dihindari oleh wanita muslimah saat berbicara dengan pria non mahram adalah tutur kata yang dibuat-buat, yang dibikin supaya menarik, mendayu-dayu, mendesah-desah, atau dengan menggunakan suara yang diperindah, terlalu lemah lembut, dan sejenisnya. Bicaranya harus tegas, lugas dan seperlunya saja.</p>
<p><strong>Serius dan Sopan dalam Berbicara</strong><br />
Allah berfirman, “<em>… Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik</em>.” (Al-Ahzab: 32)</p>
<p>Artinya, seorang muslimah tidak layak banyak bergurau dan bercanda saat berbicara atau membicarakan sesuatu dengan lawan jenisnya. Karena, canda dan tawa itu dapat mengundang ketertarikan pihak lawan jenis. Dan itu bahaya yang perlu dihindari sebisa mungkin.</p>
<p><strong>Hindari Membicarakan Hal-hal yang Tidak Perlu </strong><br />
Segala yang bersifat darurat, haruslah dibatasi sebisa mungkin. Meski berbicara dengan lawan jenis tidak selalu merupakan hal darurat bagi seorang wanita muslimah, namun berbicara secara panjang lebar bisa menyudutkan seorang wanita muslimah dalam kedaruratan. Karena itu akan bisa menggiringnya untuk sedikit banyak menyentuh hal-hal yang dianggap kurang baik, atau bahkan dilarang dalam Islam.</p>
<p>Oleh sebab itu, coba batasi ruas-ruas pembicaraan, dan hindari topik-topik yang tidak perlu dibahas. Karena, bagaimanapun, seorang wanita adalah godaan bagi kaum lelaki. Bahkan godaan terberat baginya dalam segala situasi dan kondisi.</p>
<p>Allah berfirman, “<em>Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna</em>” (Al-Mukminun : 1-3)</p>
<p>Berbicara lewat telpon, boleh-boleh saja. Dalam hal ini, setidaknya dengan tingkat kecanggihan media telpon yang umum hingga saat ini, soal pandangan haram bisa nyaris dihindarkan sama sekali. Tapi soal adab-adab lain dalam berbicara, harus tetap diperhatikan. <strong>(Ustadz Abu Umar Basyier)</strong></p></blockquote>
<p>Semoga bermanfaat bagi kita semua&#8230;</p>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p><strong><br />
</strong></p></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahfisika05.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahfisika05.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahfisika05.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahfisika05.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahfisika05.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahfisika05.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahfisika05.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahfisika05.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahfisika05.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahfisika05.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahfisika05.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahfisika05.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahfisika05.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahfisika05.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=79&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/05/02/ya-akhi-ya-ukhti-ingatkan-diri-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ea22c28db15a9c13ae799052e220782?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahfisika05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Ingat Kembali&#8230;</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/08/mari-kita-ingat-kembali/</link>
		<comments>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/08/mari-kita-ingat-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 09:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahfisika05</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[berduaan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahfisika05.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=72&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;-->Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (<em>insting</em>) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah <em>ta’ala</em> berfirman yang artinya, “<em>Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.</em>” (QS. Ali Imran: 14)<strong></strong></p>
<p><strong>Adab Bergaul Antara Lawan Jenis</strong></p>
<p>Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:</p>
<p><strong>1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis</strong></p>
<p>Allah berfirman yang artinya, “<em>Katakanlah kepada </em><strong><em>laki-laki beriman</em></strong><em>: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya</em>.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”<em>Dan katakalah kepada </em><strong><em>wanita beriman</em></strong><em>: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.”</em> (QS. an-Nur: 31)</p>
<p><span id="more-72"></span><strong>2. Tidak berdua-duaan</strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.”</em> (HR. Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p><strong>3. Tidak menyentuh lawan jenis</strong></p>
<p>Di dalam sebuah hadits, Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em> berkata, “<em>Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).</em>” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.</em>” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)</p>
<p>Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.</p>
<p><strong>Salah Kaprah Dalam Bercinta</strong></p>
<p>Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “<em>pacaran</em>“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “<em>Dan </em><strong><em>janganlah kamu mendekati zina</em></strong><em>, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”</em> (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, “<em>Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.”</em> (HR. Bukhari &amp; Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya….</p>
<p><strong>Iblis, Sang Penyesat Ulung</strong></p>
<p>Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya <em>cipika-cipiki </em>atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata<em>, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.</em>” (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,”<em>Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita</em>.” (HR. Bukhari &amp; Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran <em>cipika-cipiki</em>, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, <em>miss called</em> atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.</p>
<p><strong>Ringkasnya</strong> <em>sms-an</em> dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah <span style="text-decoration:underline;">haram</span> dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.</p>
<p><em><span lang="FR">[Penulis: Ibnu Sutopo Yuono, www.muslim.or.id]</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FR"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahfisika05.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahfisika05.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahfisika05.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahfisika05.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahfisika05.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahfisika05.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahfisika05.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahfisika05.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahfisika05.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahfisika05.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahfisika05.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahfisika05.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahfisika05.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahfisika05.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=72&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/08/mari-kita-ingat-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ea22c28db15a9c13ae799052e220782?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahfisika05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berhati-hatilah dari Syirik</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/07/berhati-hatilah-dari-syirik/</link>
		<comments>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/07/berhati-hatilah-dari-syirik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 09:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahfisika05</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahfisika05.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Syirik merupakan dosa paling besar, kezaliman yang paling zalim, dosa yang tidak akan diampuni Allah, dan pelakunya diharamkan masuk surga serta seluruh amal yang pernah dilakukannya selama di dunia akan hangus dan sia-sia. Oleh sebab itu mengenal hakikat syirik dan bahayanya adalah perkara yang sangat penting. Hakikat syirik Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Wahai umat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=68&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="postentry">
<div class="snap_preview">
<p>Syirik merupakan dosa paling besar, kezaliman yang paling zalim, dosa yang tidak akan diampuni Allah, dan pelakunya diharamkan masuk surga serta seluruh amal yang pernah dilakukannya selama di dunia akan hangus dan sia-sia. Oleh sebab itu mengenal hakikat syirik dan bahayanya adalah perkara yang sangat penting.</p>
<p><strong>Hakikat syirik</strong><br />
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Wahai umat manusia, sembahlah (Allah) Rabb yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. Dia itu lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap dan Dia pula yang telah menurunkan air hujan dari langit sehingga mampu mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezki untuk kalian maka janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah sedangkan kalian mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 21-22).</p>
<p>Di dalam ayat yang lain Allah ta’ala menyatakan secara tegas yang artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya.” (QS. An Nisaa’ : 36). Dari ayat-ayat tersebut kita mengetahui bahwa Allah melarang hamba-hamba-Nya untuk berbuat syirik atau mengangkat tandingan bagi Allah, yaitu menyembah selain Allah di samping menyembah Allah. Dengan demikian ibadah adalah salah satu kekhususan yang hanya boleh ditujukan kepada Allah, karena menujukan ibadah kepada selain Allah adalah perbuatan syirik.</p>
<p><strong> Dosa yang paling besar</strong><br />
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisaa’ : 48, 116). Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata, “Dengan ayat ini maka jelaslah bahwasanya syirik adalah dosa yang paling besar. Karena Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengampuninya bagi orang yang tidak bertaubat darinya…” (Fathul Majid). Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar ?” Maka beliau menjawab, “Yaitu engkau mengangkat tandingan/sekutu bagi Allah (dalam beribadah) padahal Dia lah yang telah menciptakanmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p><span id="more-68"></span>Dalam hadits yang lain dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari ayahnya, ayahnya berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar ?”. Beliau bertanya sebanyak tiga kali. Para sahabat menjawab, “Mau wahai Rasulullah !” Lalu beliau bersabda, “Yaitu mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Lalu beliau duduk tegak setelah sebelumnya bersandar seraya melanjutkan sabdanya, “Ingatlah, begitu juga berkata-kata dusta.” Beliau mengulang-ulang kalimat itu sampai-sampai aku bergumam karena kasihan, “Mudah-mudahan beliau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itulah, Adz Dzahabi yang menulis kitab Al Kaba’ir menempatkan dosa syirik kepada Allah sebagai dosa besar nomor satu sebelum dosa-dosa yang lainnya. Beliau berkata, “Dosa besar yang terbesar adalah kesyirikan kepada Allah ta’ala..” (Al Kaba’ir)</p>
<p><strong> Kezaliman yang paling zalim</strong><br />
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sungguh Kami telah mengutus para utusan Kami dengan keterangan-keterangan, dan Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca supaya manusia menegakkan keadilan” (QS. Al Hadiid : 25). Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa di dalam ayat ni Allah memberitakan bahwa Dia mengutus para Rasul-Nya, menurunkan kitab-kitab-Nya supaya manusia menegakkan al qisth yaitu keadilan. Salah satu nilai keadilan yang paling agung adalah tauhid. Ia adalah pokok keadilan yang terbesar dan pilar penegaknya. Sedangkan syirik adalah kezaliman yang sangat besar. Sehingga syirik merupakan kezaliman yang paling zalim, sedangkan tauhid merupakan keadilan yang paling adil (Ad Daa’ wa Ad Dawaa’). Perhatikanlah firman Allah yang mulia yang mengisahkan nasehat seorang ayah yang bijak kepada puteranya, yang artinya, “Wahai puteraku, janganlah berbuat syirik kepada Allah, karena sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang sangat besar.” (QS. Luqman : 13).</p>
<p>Ibadah adalah hak Allah, maka memperuntukkan ibadah kepada selain Allah adalah pelanggaran hak. Oleh sebab itu syirik disebut sebagai kezaliman, bahkan inilah kezaliman terbesar yang harus ditumpas oleh umat manusia! Sampai-sampai beberapa hari menjelang wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih sempat memperingatkan umat dari bahaya syirik dalam masalah kuburan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat kaum Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah sesungguhnya aku melarang kalian dari perbuatan itu.” ‘Aisyah mengatakan, “Beliau memberikan peringatan keras dari perbuatan mereka itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p><strong> Pelanggaran terhadap hak Sang pencipta</strong><br />
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Mu’adz, “Wahai Mu’adz, tahukah kamu apa hak Allah atas hamba dan hak hamba atas Allah ?” Maka Mu’adz menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Lalu Rasul bersabda, “Hak Allah atas hamba adalah mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Sedangkan hak hamba atas Allah adalah Allah tidak akan menyiksa hamba yang tidak mepersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.”(HR. Al Bukhari dan Muslim). Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan berkata, ”Hadits ini menunjukkan bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala memiliki hak yang harus ditunaikan oleh para hamba. Barangsiapa yang menyia-nyiakan hak ini maka sesungguhnya dia telah menyia-nyiakan hak yang paling agung.” (Hushul Al Ma’mul)</p>
<p><strong>Dosa yang tak terampuni</strong><br />
Seandainya seorang hamba berjumpa dengan Allah ta’ala dengan dosa sepenuh bumi niscaya Allah akan mengampuni dosa itu semua, akan tetapi tidak demikian halnya bila dosa itu adalah syirik. Allah ta’ala berfirman melalui lisan Nabi-Nya dalam sebuah hadits qudsi, “Wahai anak Adam, seandainya engkau menjumpai-Ku dengan membawa dosa kesalahan sepenuh bumi dalam keadaan tidak mempersekutukan Aku, niscaya Akupun akan menjumpaimu dengan ampunan sepenuh itu pula” (HR. Tirmidzi, disahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah 127). Bahkan, di dalam Al Qur’an Allah telah menegaskan dalam firman-Nya yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa yang berada di bawah tingkatan syirik bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya” (QS. An Nisaa’ : 48 dan 116).<br />
Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat di atas, “Allah ta’ala mengabarkan bahwasanya Dia tidak akan mengampuni dosa syirik, artinya Dia tidak mengampuni hamba yang bertemu dengan-Nya dalam keadaan musyrik, dan (Dia mengampuni dosa yang dibawahnya bagi orang yang dikehendaki-Nya); yaitu dosa-dosa (selain syirik-pent) yang akan Allah ampuni kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya.” ( Tafsir Ibnu Katsir).</p>
<p><strong>Kekal di dalam neraka</strong><br />
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka Jahannam dan kekal di dalamnya, mereka itulah sejelek-jelek ciptaan.” (QS. Al Bayyinah : 6).</p>
<p>Dari Jabir radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Barang siapa yang berjumpa Allah dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya, niscaya masuk surga. Dan barang siapa yang berjumpa Allah dalam keadaan memepersekutukan sesuatu dengan-Nya, maka dia masuk neraka.” (HR. Muslim)</p>
<p><strong> Pemusnah pahala amalan</strong><br />
Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan kemudian diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang kamu lakukan dengannya ?” Dia menjawab, “Aku berperang untuk-Mu sampai aku mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau berperang karena ingin disebut sebagai pemberani. Dan itu sudah kau dapatkan.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian ada seseorang yang telah mendapatkan anugerah kelapangan harta. Dia didatangkan dan diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang diperolehnya. Maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kamu perbuat dengannya ?” Dia menjawab, “Tidaklah aku tinggalkan suatu kesempatan untuk menginfakkan harta di jalan-Mu kecuali aku telah infakkan hartaku untuk-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau lakukan itu demi mendapatkan julukan orang yang dermawan, dan engkau sudah memperolehnya.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya dan juga membaca Al Qur’an. Dia didatangkan kemudian diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang sudah didapatkannya dan dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kau perbuat dengannya ?” Maka dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Qur’an karena-Mu.” Allah berfirman, ”Engkau dusta, sebenarnya engkau menuntut ilmu supaya disebut orang alim. Engkau membaca Qur’an supaya disebut sebagai Qari’.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim).</p>
<p><strong>Kehilangan rasa aman dan petunjuk<br />
</strong> Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang akan mendapatkan keamanan dan merekalah orang yang mendapatkan hidayah” (QS. Al An’aam : 82). Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ketika ayat ini diturunkan para sahabat mengatakan, ”Wahai Rasulullah. Siapakah di antara kita ini yang tidak melakukan kezaliman terhadap dirinya ?” Maka Rasulullah pun menjawab, ”Maksud ayat itu tidak seperti yang kalian katakan. Sebab makna,”Tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman” adalah (tidak mencampurinya) dengan kesyirikan. Bukankah kalian pernah mendengar ucapan Luqman kepada puteranya,”Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, karena sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang sangat besar”.” (HR. Bukhari). Semoga Allah menyelamatkan diri kita dari bahaya syirik, yang tampak maupun yang tersembunyi.</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahfisika05.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahfisika05.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahfisika05.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahfisika05.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahfisika05.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahfisika05.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahfisika05.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahfisika05.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahfisika05.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahfisika05.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahfisika05.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahfisika05.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahfisika05.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahfisika05.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=68&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/07/berhati-hatilah-dari-syirik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ea22c28db15a9c13ae799052e220782?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahfisika05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejenak Mengingat Kembali</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/07/sejenak-mengingat-kembali/</link>
		<comments>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/07/sejenak-mengingat-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 11:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahfisika05</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahfisika05.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang kita niatkan ketika kita sholat? ketika kita puasa? atau hanya sekedar memasukkan 500 rupiah di dalam kotak infaq? Apakah karena ingin dipuji sebagai orang yang rajin sholatnya, yang tertib puasanya atau hanya ingin dikatakan sebagai orang yang dermawan. Atau hanya karena ada &#8220;seorang&#8221; yang memperhatikan kita ketika kita beramal. Wahai diri, ingatkah engkau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=60&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang kita niatkan ketika kita sholat? ketika kita puasa? atau hanya sekedar memasukkan 500 rupiah di dalam kotak infaq? Apakah karena ingin dipuji sebagai orang yang rajin sholatnya, yang tertib puasanya atau hanya ingin dikatakan sebagai orang yang dermawan. Atau hanya karena ada &#8220;seorang&#8221; yang memperhatikan kita ketika kita beramal. Wahai diri, ingatkah engkau akan tutur kata dari Rosulmu sholallahu &#8216;alaihi wa sallam yang terangkum apik dalam kitab Arba&#8217;in an Nawawiyah pada hadits yang pertama pula? Ingatlah wahai diri, bacalah kembali hadits berikut ini</p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:center;margin:12pt 0;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:14pt;color:black;font-family:Arial;" lang="AR-SA"> عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ  عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا  اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ  هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ،  وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا  فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:center;margin:12pt 0;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:14pt;color:black;font-family:Arial;" lang="AR-SA"> [رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن  بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما  اللذين هما أصح الكتب المصنفة]</span></p>
<p><span id="more-60"></span></p>
<p><span>Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda<em>: <span style="color:blue;">“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”</span>. </em></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">(Riwayat dua  imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin  Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al  Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang  paling shahih yang pernah dikarang) .</span></p>
<p>Apakah akan tetap sama niatmu wahai diri ketika engkau puasa sunnah senin-kamis, ketika engkau sholat shubuh berjama&#8217;ah, atau ketika engkau tholabul &#8216;ilmi. Sadarlah sekarang juga wahai diri yang dhoif ini.</p>
<p>Wahai Zat yang membolak-balikan HATI, tetapkanlah hati kami pada Dien ini&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahfisika05.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahfisika05.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahfisika05.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahfisika05.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahfisika05.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahfisika05.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahfisika05.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahfisika05.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahfisika05.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahfisika05.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahfisika05.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahfisika05.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahfisika05.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahfisika05.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=60&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/07/sejenak-mengingat-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ea22c28db15a9c13ae799052e220782?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahfisika05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prioritas Pembenahan Umat</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/06/prioritas-pembenahan-umat/</link>
		<comments>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/06/prioritas-pembenahan-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 08:05:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahfisika05</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahfisika05.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Tidak dapat diragukan lagi bahwa kondisi umat saat ini seakan berada di atas meja makan orang-orang kufar yang kelaparan, yang bersiap untuk meyantap makanan tersebut. Hal itu diperparah lagi beberapa waktu yang lalu tersebar beberapa dan bahkan banyak sekali praktik-praktik kesyirikan yang seakan dilegalkan oleh manusia, entah mereka tahu atau tidak, yang jelas kebanyakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=53&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;">Bismillah</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;">Tidak dapat diragukan lagi bahwa kondisi umat saat ini seakan berada di atas meja makan orang-orang kufar yang kelaparan, yang bersiap untuk meyantap makanan tersebut. Hal itu diperparah lagi beberapa waktu yang lalu tersebar beberapa dan bahkan banyak sekali praktik-praktik kesyirikan yang seakan dilegalkan oleh manusia, entah mereka tahu atau tidak, yang jelas kebanyakan dari mereka masuk kategori warga Indonesia berKTP ISLAM. Dari keadaan yang seperti itu, bencana demi bencana pun beberapa kali menerjang negara kita tercinta ini, Indonesia. Lalu yang jadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana mengembalikan kondisi yang sudah sedemikian parahnya ini? Mulai dari mana kita memulai perbaikan tersebut?</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;">Berikut kami bawakan<span style="color:#000000;"> artikel yang telah ditulis oleh <em>Al Fadhil Al Ustadz</em> Abu Hamzah Yusuf Al Atsary, selaku Mudir Ma’had Adhwa’us Salaf, Bandung yang kami ambil dari <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/04/04/prioritas-pembenahan-bagi-umat-bangsa-sebuah-nasihat-bagi-politikus-aktivis-dakwah-hizbiyyah-baca-parte-kagak-syari/#comment-2900" target="_blank">situs</a> ini. Semoga dapat menjadi bekal dan sekaligus cermin bagi kita yang berusaha untuk mengembalikan kondisi umat ke arah yang benar.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;">Sungguh kita tengah berada dalam arena fitnah yang berkepanjangan. Negeri yang aman kini telah berubah bentuk menjadi negeri yang mencekam dan menakutkan. Kolusi, korupsi, dan nepotisme menjadi bagian penting dalam tubuh para penegak dan penduduknya. Krisis politik, sosial, dan perekonomian terus menggoyang keutuhan negeri ini, diwarnai dengan kerusuhan, keributan, dan demonstrasi yang tak henti-hentinya. Bersamaan dengan itu, semua dekadensi moral, akhlaq, dan aqidah anak-anak bangsa telah mencapai klimaksnya, kewibawaan bangsa dan umat Islam pun yang mayoritas penduduknya lenyap, kehilangan keseimbangannya di tengah-tengah gempuran tekanan kaum kuffar. Quo Vadis bangsa Indonesia??</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;"><span id="more-53"></span><br />
</span></p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;">Para pembaca -semoga dirahmati Allah-, amat disayangkan fenomena yang seperti ini disikapi oleh sebagian kaum dengan penuh emosi, hawa nafsu, dan arogansi sehingga bukan menghentikan krisis dan memadamkan api fitnah tetapi justru membuka pintu krisis baru dan menyalakan api fitnah yang kian membara. Mulai dari orasi-orasi di atas mimbar dalam rangka agitasi politik dengan memakai label penjagaan Islam, memompa semangat nasionalisme dengan memakai cap proteksi akan degradasi bangsa dan umat Islam, melawan dan memberontak penguasa / pemerintah dengan judul amar ma’ruf nahi mungkar, bahkan mengkafirkan kaum muslimin dengan alasan al wala’ wal bara’, hingga aksi pengeboman di berbagai tempat secara serempak dengan mengatasnamakan jihad. Wa ilallahil musytaka.</span></p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;">Hendaknya para pemimpin negara mengetahui kadar pemerintahan dan mengetahui akan tinggi kedudukannya, sesungguhnya pemerintahan itu adalah nikmat di antara nikmat-nikmat Allah ta’ala, barangsiapa yang menegakkannya dengan baik sesuai tuntutan-tuntutannya akan mendapatkan kebahagiaan yang tiada taranya, sebaliknya jika tidak mengerti ukuran nikmat ini kemudian menyibukkan diri dengan kezholiman dan hawa nafsunya, dikhawatirkan akan tergolong pada sebagian musuh-musuh Allah. Pemimpin negara semestinya untuk tidak mengharap keridhoan seorang manusia di atas kebencian Allah disebabkan karena penyelisihan terhadap syari’at, harus dimengerti bahwa baiknya rakyat tergantung pada baiknya perjalanan penguasa. Satu hal lagi yang mesti diingatkan di sini bahwa sudah seyogyanya bagi para pemimpin negara untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar sesuai tuntunan syari’at, menutup pintu-pintu kejahatan dan kerusakan, serta melindungi negara dan rakyat dari kejahatan kaum kuffar dan orang-orang yang berniat jahat. Apabila ini semua telah terpenuhi maka kantong amalannya pemerintah sebanding dengan pahala seluruh ibadah rakyat negerinya. Ketika itu negeripun akan makmur dipenuhi dengan ketentraman dan keselamatan serta berkah dalam rizki dan kebutuhan-kebutuhan hidup.</span></p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;">Para pembaca -semoga dirahmati Allah-, adapun rakyat, maka hendaknya menunaikan hak-haknya terhadap pemerintah di antaranya berupa taat dan mendengar pada setiap apa yang diperintah dan dilarangnya kecuali yang bersifat maksiat, ini adalah hak dan kewajiban yang paling besar terhadap pemerintah. Sebab ketaatan merupakan landasan yang kokoh dalam me-manage urusan-urusan negara dan rakyat. Pemerintah dan para pejabat adalah manusia biasa dimana mereka masih membutuhkan nasehat orang-orang yang ikhlas dan bimbingan orang-orang yang bertaqwa. Tugas yang mulia ini dipikul di atas pundak para ulama, merekalah yang melaksanakannya, kepada para ulama Islam serta da’i-da’inya yang ikhlas agar menegakkan apa yang Allah telah wajibkan atas mereka dari menerangkan yang haq, mengingatkannya dan mengarahkan waliyul amri / pemerintah kepada yang ma’ruf serta membantu mereka akan hal itu, mencegah mereka dari yang munkar, memperingatkannya, serta menjelaskan akan keburukan akibatnya dan bahayanya pada umat cepat maupun lambat, bukan malah menjadi pemicu terjadinya fitnah dan kekacauan atau malah berpangku tangan pura-pura tidak tahu dan tidak ada kepedulian akan perbaikan umat, bangsa, dan negara. Kemungkaran yang merajalela dan kerusakan yang tak dapat dibendung serta carut-marutnya wajah bangsa adalah sebah-sebab datangnya musibah dan turunnya adzab. Allah berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS Ar Rum: 41).</span></p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;">Sesungguhnya kehinaan dan malapetaka yang menimpa bangsa ini adalah ketika bangsa ini menghendaki kemuliaan bukan dari Islam, ketika para penguasa dan rakyatnya meninggalkan agama dan cinta yang berlebihan terhadap dunia, hingga akhirnya Allah menimpakan kehinaan yang tidak ada jalan keluarnya kecuali dengan kembali kepada agama. Sebagaimana hal itu telah dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya dan Abu Dawud dalam Sunannya dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu. Jika masyarakat dilanda krisis aqidah, akhlaq, dan moral, dilanda krisis ekonomi dan krisis politik yang dilematis, maka pembenahan pertama yang mesti dilakukan ialah pembenahan aqidah dan moral dengan segala kemampuan, sebab memperbaiki masalah yang paling berbahaya adalah hal yang disepakati oleh setiap insan berakal. Ketahuilah bahwa kerusakan yang diakibatkan keyakinan / aqidah manusia dari kesyirikan, khurofat, kebid’ahan, dan kesesatan seribu kali jauh lebih berbahaya daripada kerusakan yang ditimbulkan dari rusaknya hukum / undang-undang dan yang lainnya. Terbukti, ketika Allah mengutus para rosul ke tengah-tengah kaum yang dipenuhi dengan penyimpangan-penyimpangan, aqidah yang rusak, moral yang bejat, pola pikir yang salah, dan sistem hukum yang tak beraturan dan menyalahi syari’at, Allah tidak membebani mereka (para rosul) -pada permulaannya- untuk segera mengadakan pembaharuan sistem dalam keadaan umat dikelilingi dengan penyimpangan moral dan aqidah, tetapi justru langkah awal yang ditempuh oleh para rosul adalah pembenahan aqidah dan moral. Para Nabi dan Rosul tidaklah datang dalam rangka menggulingkan negara dan menegakkan negara yang baru, tidak menginginkan kekuasaan, dan tidak pula membentuk organisasi untuk itu, tetapi mereka datang memberi hidayah kepada manusia dan menyelamatkannya dari kesesatan dan kesyirikan, serta mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya. Inilah jalan lurus yang Allah telah syari’atkan seluruh para nabi dari yang paling awalnya hingga yang paling akhirnya, dan Dialah Allah Maha Pencipta, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui akan tabiat manusia dan apa yang bermaslahat untuk mereka. Allah berfirman, “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (QS Al Mulk: 14).</span></p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;">Para pembaca -semoga dirahmati Allah- Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendidik para sahabatnya di atas kitab dan hikmah / sunnah, di atas keimanan, kejujuran, serta tauhid, keikhlasan karena Allah dalam setiap amalan, jauh dari uslub-uslub politik dan dari larut dalam hal jabatan yang tinggi.</span></p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;">Dengan demikian jalan yang harus ditempuh dalam mengembalikan kemuliaan Islam, kaum muslimin, bangsa, dan negara ialah:<br />
<em>Pertama</em>: pembenahan dan pembentukan aqidah dan permuniannya dari kesalahan-kesalahannya.<br />
<em>Kedua</em>: mentarbiyah setiap individu-individu masyarakat dan membangun kepribadiannya di atas landasan hukum-hukum Islam dan adab-adabnya sesuai dengan apa yang telah diwariskan kepada kita dari tiga generasi pertama. Inilah jalan penyelamat dan dari sinilah permulaannya yakni mentarbiyah dengan Islam yang bersih dari khurofat dan bid’ah, dari kesyirikan dengan berbagai macam bentuknya dan dari pola pikir yang bertentangan dengan Kitab dan Sunnah serta metodologi salaful ummah. Wal ilmu indallah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;"><span class="i3text">Sumber: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;"><span class="i3text">Kumpulan artikel buletin <em>Al Wala’ wal Bara’</em> . Judul asli: </span><a name="sub1"><span class="i3judul">Prioritas Pembenahan Aqidah</span></a><span class="i3judul">. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;"><span style="color:#000000;"><span class="i3text"><em>Al Wala’ wal Bara’</em> Edisi ke-17 Tahun ke-1 / 11 April 2003 M / 08 Shafar 1424 H</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahfisika05.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahfisika05.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahfisika05.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahfisika05.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahfisika05.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahfisika05.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahfisika05.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahfisika05.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahfisika05.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahfisika05.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahfisika05.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahfisika05.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahfisika05.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahfisika05.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=53&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/06/prioritas-pembenahan-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ea22c28db15a9c13ae799052e220782?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahfisika05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani Tentang PEMILU</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/06/fatwa-syaikh-abdul-malik-bin-ahmad-ramadhani-tentang-pemilu/</link>
		<comments>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/06/fatwa-syaikh-abdul-malik-bin-ahmad-ramadhani-tentang-pemilu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 19:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahfisika05</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahfisika05.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sebelumnya kita simak bagaimana pendapat para Ulama&#8217; Ahlus Sunnah tentang &#8220;Nyoblos dalam Pemilu&#8221; berikut e-book yang dapat didownload oleh ikhwah sekalian dari blog ini. Berikut kami tambahkan jawaban dari Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani ketika menjawab pertanyaan dari Ustadz Abdullah Taslim, LC yang kami ambil dari situs muslim. Semoga kita dapat mengambil pelajaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=40&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sebelumnya kita simak bagaimana pendapat para <a href="http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/06/nyoblos-atau-nyontreng-bagimana-ulama-manyikapi-hal-ini/" target="_self">Ulama&#8217; Ahlus Sunnah tentang &#8220;Nyoblos dalam Pemilu&#8221;</a> berikut e-book yang dapat didownload oleh ikhwah sekalian dari <a href="http://rumaysho.wordpress.com/" target="_blank">blog</a> ini. Berikut kami tambahkan jawaban dari Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani ketika menjawab pertanyaan dari Ustadz Abdullah Taslim, LC yang kami ambil dari situs <a href="http://www.muslim.or.id" target="_blank">muslim</a>. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari sini</p>
<p><strong>Tanya (Abdullah bin Taslim)</strong>: Sehubungan dengan<br />
Pemilu untuk memilih presiden yang sebentar lagi akan diadakan di<br />
Indonesia, dimana Majelis Ulama Indonesia mewajibkan masyarakat<br />
Indonesia untuk memilih dan mengharamkan golput, bagaimana sikap kaum<br />
muslimin dalam menghadapi masalah ini?</p>
<p><strong>Syaikh Abdul Malik</strong>: Segala puji bagi Allah, serta salawat, salam dan keberkahan semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, serta orang-orang yang setia mengikuti jalannya, <em>amma ba’du</em>:</p>
<p>Saat ini mayoritas negara-negara Islam menghadapi cobaan (berat)<br />
dalam memilih pemimpin (kepala negara) mereka melalui cara pemilihan<br />
umum, yang ini merupakan (penerapan) sistem demokrasi yang sudah<br />
dikenal. Padahal terdapat perbedaan yang sangat jauh antara sistem<br />
demokrasi dan (syariat) Islam (dalam memilih pemimpin), yang ini<br />
dijelaskan oleh banyak ulama (ahlus sunnah wal jama’ah). Untuk<br />
penjelasan masalah ini, saudara-saudaraku (sesama ahlus sunnah) bisa<br />
merujuk kepada sebuah kitab ringkas yang ditulis oleh seorang ulama<br />
besar dan mulia, yaitu kitab “<em>al-’Adlu fil Islaam wa laisa fi dimokratiyyah al maz’uumah</em>”<br />
(Keadilan yang hakiki ada pada syariat Islam dan bukan pada sistem<br />
demokrasi yang dielu-elukan), tulisan guru kami syaikh Abdul Muhsin bin<br />
Hamd al-’Abbaad al-Badr –semoga Allah menjaga beliau dan memanjangkan<br />
umur beliau dalam ketaatan kepada-Nya –.<span id="more-40"></span></p>
<p><em>‘Ala kulli hal</em>, pemilihan umum dalam sistem <a title="Fatwa Ulama tentang Pemilu" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/fatwa-syaikh-abdul-malik-bin-ahmad-ramadhani-tentang-pemilu.html">demokrasi</a><br />
telah diketahui, yaitu dilakukan dengan cara seorang muslim atau kafir<br />
memilih seseorang atau beberapa orang tertentu (sebagai calon<br />
presiden). Semua perempuan dan laki-laki juga ikut memilih, tanpa<br />
mempertimbangkan/membedakan orang yang banyak berbuat maksiat atau<br />
orang shaleh yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Semua ini (jelas) merupakan pelanggaran terhadap (syariat) Islam.<br />
Sesungguhnya para sahabat yang membai’at (memilih) Abu Bakr ash-Shiddiq<br />
<em>radhiallahu ‘anhu</em> (sebagai khalifah/pemimpin kaum muslimin sepeninggal Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>) di saqiifah (ruangan besar beratap tempat pertemuan) milik (suku) Bani Saa’idah, <strong>tidak ada seorang perempuan pun yang ikut serta dalam pemilihan tersebut</strong>.<br />
Karena urusan siyasah (politik) tidak sesuai dengan tabiat (fitrah)<br />
kaum perempuan, sehingga mereka tidak boleh ikut berkecimpung di<br />
dalamnya. Dan ini termasuk pelanggaran (syariat Islam), padahal Allah<br />
Ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align:right;">وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى</p>
<p><em>“Dan laki-laki tidaklah seperti perempuan.”</em> (Qs. Ali ‘Imraan: 36)</p>
<p>Maka bagaimana kalian (wahai para penganut sistem demorasi)<br />
menyamakan antara laki-laki dan perempuan, padahal Allah yang<br />
menciptakan dua jenis manusia ini membedakan antara keduanya?! Allah<br />
Ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align:right;">وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ</p>
<p><em>“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka.”</em> (Qs. al-Qashash: 68)</p>
<p>Di sisi lain Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align:right;">أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ</p>
<p><em>“Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama<br />
dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir). Mengapa kamu (berbuat<br />
demikian); bagaimanakah kamu mengambil keputusan?”</em> (Qs. al-Qalam: 35 &#8211; 36)</p>
<p>Sementara kalian (wahai para penganut sistem demokrasi) menyamakan<br />
antara orang muslim dan orang kafir?! Maka ini tidak mungkin<br />
untuk…(kalimat yang kurang jelas). Masalah ini (butuh) penjelasan yang<br />
panjang lebar.</p>
<p>Akan tetapi (bersamaan dengan itu), sebagian dari para ulama zaman<br />
sekarang berpendapat bolehnya ikut serta dalam pemilihan umum dalam<br />
rangka untuk memperkecil kerusakan (dalam keadaan terpaksa). Meskipun<br />
mereka mengatakan bahwa (hukum) asal (ikut dalam pemilihan umum) adalah<br />
tidak boleh (haram). Mereka mengatakan: Kalau seandainya semua orang<br />
diharuskan ikut serta dalam pemilu, maka apakah anda ikut memilih atau<br />
tidak? Mereka berkata: anda ikut memilih dan pilihlah orang yang paling<br />
sedikit keburukannya di antara mereka (para kandidat yang ada). Karena<br />
umumnya mereka yang akan dipilih adalah orang-orang yang memasukkkan<br />
(mencalonkan) diri mereka dalam pemilihan tersebut. Padahal Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah <em>radhiallahu ‘anhu</em>:</p>
<p><em> “Janganlah engkau (berambisi) mencari kepemimpinan, karena<br />
sesungguhnya hal itu adalah kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat<br />
nanti.”</em> (Gabungan dua hadits shahih riwayat imam al-Bukhari (no.  6248) dan Muslim (no. 1652), dan riwayat Muslim (no. 1825))</p>
<p>Maka orang yang terpilih dalam pemilu adalah orang yang (berambisi) mencari kepemimpinan, padahal Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda: <em>“Barangsiapa<br />
yang (berambisi) mencari kepemimpinan maka dia akan diserahkan kepada<br />
dirinya sendiri (tidak ditolong oleh Allah dalam menjalankan<br />
kepemimpinannya).”</em> (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan lain-lain,<br />
dinyatakan lemah oleh syaikh al-Albani dalam “adh-Dha’iifah” (no.<br />
1154). Lafazh hadits yang shahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim: <em>“Jika<br />
engkau menjadi pemimpin karena (berambisi) mencarinya maka engkau akan<br />
diserahkan kepadanya (tidak akan ditolong oleh Allah).”</em></p>
<p>Allah akan meninggalkannya (tidak menolongnya), dan barangsiapa yang<br />
diserahkan kepada dirinya sendiri maka berarti dia telah diserahkan<br />
kepada kelemahan, ketidakmampuan dan kesia-siaan, sebagaimana yang<br />
dinyatakan oleh salah seorang ulama salaf – semoga Allah meridhai<br />
mereka–.</p>
<p><em>‘Ala kulli hal</em>, mereka berpendapat seperti ini dalam rangka<br />
menghindari atau memperkecil kerusakan (yang lebih besar). Ini kalau<br />
keadaannya memaksa kita terjeremus ke dalam dua keburukan (jika kita<br />
tidak memilih). Adapun jika ada dua orang calon (pemimpin yang baik),<br />
maka kita memilih yang paling berhak di antara keduanya.</p>
<p>Akan tetapi jika seseorang tidak mengatahui siapa yang lebih baik<br />
(agamanya) di antara para kandidat yang ada, maka bagaimana mungkin<br />
kita mewajibkan dia untuk memilih, padahal dia sendiri mengatakan: aku<br />
tidak mengetahui siapa yang paling baik (agamanya) di antara mereka.<br />
Karena Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align:right;">وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai<br />
pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,<br />
semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.”</em> (Qs. al-Israa’: 36)</p>
<p>Dan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda: <em>“Barangsiapa yang menipu/mengkhianati kami maka dia bukan termasuk golongan kami.”</em> (HSR Muslim (no. 101)). Jika anda memilih orang yang anda tidak ketahui keadaannya maka ini adalah penipuan/pengkhianatan.</p>
<p>Demikian pula, jika ada seorang yang tidak merasa puas dengan<br />
kondisi pemilu (tidak memandang bolehnya ikut serta dalam pemilu)<br />
secara mutlak, baik dalam keadaan terpaksa maupun tidak, maka bagaimana<br />
mungkin kita mewajibkan dia melakukan sesuatu yang tidak diwajibkan<br />
oleh Allah dan Rasul-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>?!</p>
<p>Maka <em>‘ala kulli hal</em>, kita meyakini bahwa Allah Ta’ala<br />
Dialah yang memilih untuk umat ini pemimpin-pemimpin mereka. Kalau umat<br />
ini baik maka Allah akan memilih untuk mereka pemimpin-pemimpin yang<br />
baik pula, (sabaliknya) kalau mereka buruk maka Allah akan memilih<br />
untuk mereka pemimpin-pemimpin yang buruk pula. Dalilnya adalah firman<br />
Allah Ta’ala:</p>
<p style="text-align:right;">وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضاً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ</p>
<p><em>“Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim<br />
itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka<br />
usahakan.”</em> (Qs. al-An’aam: 129)</p>
<p>Maka orang yang zhalim akan menjadi pemimpin bagi masyarakat yang zhalim, demikianlah keadaannya.</p>
<p>Kalau demikian, upayakanlah untuk menghilangkan kezhaliman dari umat<br />
ini, dengan mendidik mereka mengamalkan ajaran Islam (yang benar), agar<br />
Allah memberikan untuk kalian pemimpin yang kalian idam-idamkan, yaitu<br />
seorang pemimpin yang shaleh. Karena Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align:right;">إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”</em> (Dalam ayat ini) Allah tidak mengatakan <em>“…sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada pemimpin-pemimpin mereka”</em>, akan tetapi (yang Allah katakan): <em>“…sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”</em></p>
<p>Aku telah menulis sebuah kitab tentang masalah ini, yang sebenarnya<br />
kitab ini khusus untuk para juru dakwah, yang mengajak (manusia) ke<br />
jalan Allah Ta’ala, yang aku beri judul <em>“Kamaa takuunuu yuwallaa ‘alaikum”</em><br />
(sebagaimana keadaanmu maka begitupulalah keadaan orang yang menjadi<br />
pemimpinmu). Aku jelaskan dalam kitab ini bahwa watak para penguasa<br />
selalu berasal dari watak masyarakatnya, maka jika masyarakatnya<br />
(berwatak) baik penguasanya pun akan (berwatak) baik, dan sebaliknya.</p>
<p>Maka orang-orang yang menyangka bahwa (yang terpenting dalam)<br />
masalah ini adalah bersegera untuk merebut kekuasaan, sungguh mereka<br />
telah melakukan kesalahan yang fatal dalam hal ini, dan mereka tidak<br />
mungkin mencapai hasil apapun (dengan cara-cara seperti ini). Allah<br />
Ta’ala ketika melihat kerusakan pada Bani Israil disebabkan (perbuatan)<br />
Fir’aun, maka Allah membinasakan Fir’aun dan memberikan kepada Bani<br />
Israil apa yang mereka inginkan, dengan Allah menjadikan Nabi Musa <em>‘alaihissalam</em><br />
sebagai pemimpin mereka. (Akan tetapi) bersamaan dengan itu, kondisi<br />
(akhlak dan perbuatan) mereka tidak menjadi baik, sebagaimana yang<br />
Allah kisahkan dalam al-Qur’an. Mereka tidak menjadi baik meskipun<br />
pemimpin mereka adalah <em>kaliimullah</em> (orang yang langsung berbicara dengan Allah Ta’ala), yaitu Nabi Musa <em>‘alaihissalam</em>, sebagaimana yang sudah kita ketahui. Bahkan sewaktu Allah berfirman (menghukum) sebagian dari Bani Israil:</p>
<p style="text-align:right;">كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ</p>
<p><em>“Jadilah kamu kera yang hina.”</em> (Qs. al-Baqarah: 65)</p>
<p>Kejadian ini bukanlah di zaman kekuasaan Fir’aun. Akan tetapi<br />
hukuman Allah ini (menimpa) sebagian mereka (karena mereka melanggar<br />
perintah Allah) ketika mereka di bawah kepemimpinan Nabi Musa <em>‘alaihissalam</em> dan para Nabi Bani Israil <em>‘alaihimussalam</em> sepeninggal Nabi Musa <em>‘alaihissalam</em>, sebagaimana sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>: <em>“Sesungguhnya<br />
Bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi ‘alaihimussalam, setiap<br />
seorang Nabi wafat maka akan digantikan oleh Nabi berikutnya.”</em> (HSR al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dan hanya Allah-lah yang mampu memberikan taufik (kepada manusia).</p>
<p style="text-align:right;">وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Madinah Nabawiyyah, 15 Rabi’ul awal 1430 H / 11 Maret 2009 M</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Abdullah bin Taslim al-Buthani, Lc.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahfisika05.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahfisika05.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahfisika05.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahfisika05.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahfisika05.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahfisika05.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahfisika05.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahfisika05.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahfisika05.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahfisika05.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahfisika05.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahfisika05.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahfisika05.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahfisika05.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=40&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/06/fatwa-syaikh-abdul-malik-bin-ahmad-ramadhani-tentang-pemilu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ea22c28db15a9c13ae799052e220782?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahfisika05</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Audio</title>
		<link>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/06/download-audio/</link>
		<comments>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/06/download-audio/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 17:52:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahfisika05</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahfisika05.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Selain download e-book, kami juga berusaha untuk menampilkan halaman Download Audio yang berisi ceramah para asatidz Ahlus Sunnah yang semoga dengannya akan lebih menambah wawasan kita dan menjadikan keimanan kita semakin kokoh walaupun diterjang gelombang fitnah yang semakin lama semakin pelik. Semoga tambahan yang sedikit ini dapat memberikan manfaat yang banyak bagi kami dan juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=28&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain <a href="http://cahfisika05.wordpress.com/download-ebook/" target="_self">download e-book</a>, kami juga berusaha untuk menampilkan halaman Download Audio yang berisi ceramah para asatidz Ahlus Sunnah yang semoga dengannya akan lebih menambah wawasan kita dan menjadikan keimanan kita semakin kokoh walaupun diterjang gelombang fitnah yang semakin lama semakin pelik.</p>
<p>Semoga tambahan yang sedikit ini dapat memberikan manfaat yang banyak bagi kami dan juga ikhwah semua.</p>
<p>Klik <a href="http://cahfisika05.wordpress.com/download-audio/" target="_self">di sini</a> untuk ke halaman download audio</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahfisika05.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahfisika05.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahfisika05.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahfisika05.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahfisika05.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahfisika05.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahfisika05.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahfisika05.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahfisika05.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahfisika05.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahfisika05.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahfisika05.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahfisika05.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahfisika05.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahfisika05.wordpress.com&amp;blog=3466405&amp;post=28&amp;subd=cahfisika05&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahfisika05.wordpress.com/2009/04/06/download-audio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ea22c28db15a9c13ae799052e220782?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahfisika05</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
