Bismillah
Sepertinya akan lebih aktif pada alamat yang baru yaitu arissetyawanbii.blog.uns.ac.id
Semoga dimudahkan dan terima kasih aka jazakumullahu khoiron atas kunjungan Anda.
...the last but not the least
Bismillah
Sepertinya akan lebih aktif pada alamat yang baru yaitu arissetyawanbii.blog.uns.ac.id
Semoga dimudahkan dan terima kasih aka jazakumullahu khoiron atas kunjungan Anda.
Bismillah
Alhamdulillah, puji syukur senantiasa membasahi lisan ini dan semoga demikian dengan hati dan amal perbuatan kita. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat mampir ke website buletin muslim dan di sana saya membaca sebuah artikel yang sangat bagus menurut versi saya. Terkait dengan sesuatu yang akan membuat makhluk yang sangat besar bahkan terbesar yang pernah dicipta ini melakukan vibrasi yang heem….wallahu a’lam.
Berikut saya copi pastekan isi dari website tersebut. Semoga bermanfaat…
Sungguh indah ikatan suci antara dua orang insan yang pasrah untuk saling berjanji setia menemani mengayuh biduk mengarungi lautan kehidupan. Dari ikatan suci ini dibangun keluarga bahagia, yang dipimpin oleh seorang suami yang shalih dan dimotori oleh seorang istri yang shalihah. Mereka mengerti hak-hak dan kewajiban mereka terhadap pasangannya, dan mereka pun memahami hak dan kewajiban mereka kepada Allah Ta’ala. Kemudian lahir dari mereka berdua anak-anak yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla. Cinta dan kasih sayang pun tumbuh subur di dalamnya. Rahmat dan berkah Allah pun terlimpah kepada mereka. Inilah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, samara kata orang. Inilah model keluarga yang diidamkan oleh setiap muslim tentunya.
Bismillah.
Hari ini, ketika saya searching di internet, saya menemukan sebuah situs yang sangat bagus, layak untuk dibaca. Setelah beberapa artikel saya baca, secara cepat, saya menemukan sebuah artikel atau lebih tepatnya puisi dengan judul
–[ Apakah Dia Jodohku? Seorang Akhwat Yang Ada Dalam Doaku? ]–
yang isinya hem…sungguh menggugah jiwa ini. Berikut saya copaskan puisi tersebut…
–[
Inilah goresan pena dari sang ikhwan (ana (penulis-ed)) yang mendambakan akhwat sholehah, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.
Yaa……Rabbi……..
Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain
Bismillah.
Ya Akhi, ya Ukhti… seperti pada judul di atas, saya mohon kepada semua pembaca blog saya ini, agar mengingatkan saya dengan postingan kali ini jika saya khilaf. Postingan ini sebenarnya ditujukan kepada muslimah, tetapi bagi para primus (pria muslim) juga merupakan suatu pengingat yang sangat perlu. Seperti dalam pengamanan sebuah sistem komputer, maka jika kita ingin mengamankannya, kita juga harus tahu cara-cara bagaimana sistem itu diserang. (bukan berarti seorang muslim dan muslimah harus saling menyerang lho). Semoga dengan hal ini akan mengembalikan diri ini kepada jalan yang lurus dan semoga menambah amal ibadah bagi Akhi wa Ukhti semua.
Postingan ini saya ambil dari sebuah website yang begitu bagus menurut saya, dari sebuah pertanyaan bagus yang semoga Allah merahmati penanya dengan pertanyaan sebagai berikut :
Bagaimana hubungan pertemanan laki-laki dan perempuan dalam islam?
dan dijawab pula oleh seorang ustadz dengan jawaban yang mengena, beliau adalah Ust. Abu Umar Basyier dengan jawaban sebagai berikut :
Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14)
Adab Bergaul Antara Lawan Jenis
Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:
1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis
Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)
Syirik merupakan dosa paling besar, kezaliman yang paling zalim, dosa yang tidak akan diampuni Allah, dan pelakunya diharamkan masuk surga serta seluruh amal yang pernah dilakukannya selama di dunia akan hangus dan sia-sia. Oleh sebab itu mengenal hakikat syirik dan bahayanya adalah perkara yang sangat penting.
Hakikat syirik
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Wahai umat manusia, sembahlah (Allah) Rabb yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. Dia itu lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap dan Dia pula yang telah menurunkan air hujan dari langit sehingga mampu mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezki untuk kalian maka janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah sedangkan kalian mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 21-22).
Di dalam ayat yang lain Allah ta’ala menyatakan secara tegas yang artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya.” (QS. An Nisaa’ : 36). Dari ayat-ayat tersebut kita mengetahui bahwa Allah melarang hamba-hamba-Nya untuk berbuat syirik atau mengangkat tandingan bagi Allah, yaitu menyembah selain Allah di samping menyembah Allah. Dengan demikian ibadah adalah salah satu kekhususan yang hanya boleh ditujukan kepada Allah, karena menujukan ibadah kepada selain Allah adalah perbuatan syirik.
Dosa yang paling besar
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisaa’ : 48, 116). Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata, “Dengan ayat ini maka jelaslah bahwasanya syirik adalah dosa yang paling besar. Karena Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengampuninya bagi orang yang tidak bertaubat darinya…” (Fathul Majid). Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar ?” Maka beliau menjawab, “Yaitu engkau mengangkat tandingan/sekutu bagi Allah (dalam beribadah) padahal Dia lah yang telah menciptakanmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Apa yang kita niatkan ketika kita sholat? ketika kita puasa? atau hanya sekedar memasukkan 500 rupiah di dalam kotak infaq? Apakah karena ingin dipuji sebagai orang yang rajin sholatnya, yang tertib puasanya atau hanya ingin dikatakan sebagai orang yang dermawan. Atau hanya karena ada “seorang” yang memperhatikan kita ketika kita beramal. Wahai diri, ingatkah engkau akan tutur kata dari Rosulmu sholallahu ‘alaihi wa sallam yang terangkum apik dalam kitab Arba’in an Nawawiyah pada hadits yang pertama pula? Ingatlah wahai diri, bacalah kembali hadits berikut ini
عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]
Bismillah
Tidak dapat diragukan lagi bahwa kondisi umat saat ini seakan berada di atas meja makan orang-orang kufar yang kelaparan, yang bersiap untuk meyantap makanan tersebut. Hal itu diperparah lagi beberapa waktu yang lalu tersebar beberapa dan bahkan banyak sekali praktik-praktik kesyirikan yang seakan dilegalkan oleh manusia, entah mereka tahu atau tidak, yang jelas kebanyakan dari mereka masuk kategori warga Indonesia berKTP ISLAM. Dari keadaan yang seperti itu, bencana demi bencana pun beberapa kali menerjang negara kita tercinta ini, Indonesia. Lalu yang jadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana mengembalikan kondisi yang sudah sedemikian parahnya ini? Mulai dari mana kita memulai perbaikan tersebut?
Berikut kami bawakan artikel yang telah ditulis oleh Al Fadhil Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary, selaku Mudir Ma’had Adhwa’us Salaf, Bandung yang kami ambil dari situs ini. Semoga dapat menjadi bekal dan sekaligus cermin bagi kita yang berusaha untuk mengembalikan kondisi umat ke arah yang benar.
Sungguh kita tengah berada dalam arena fitnah yang berkepanjangan. Negeri yang aman kini telah berubah bentuk menjadi negeri yang mencekam dan menakutkan. Kolusi, korupsi, dan nepotisme menjadi bagian penting dalam tubuh para penegak dan penduduknya. Krisis politik, sosial, dan perekonomian terus menggoyang keutuhan negeri ini, diwarnai dengan kerusuhan, keributan, dan demonstrasi yang tak henti-hentinya. Bersamaan dengan itu, semua dekadensi moral, akhlaq, dan aqidah anak-anak bangsa telah mencapai klimaksnya, kewibawaan bangsa dan umat Islam pun yang mayoritas penduduknya lenyap, kehilangan keseimbangannya di tengah-tengah gempuran tekanan kaum kuffar. Quo Vadis bangsa Indonesia??
Setelah sebelumnya kita simak bagaimana pendapat para Ulama’ Ahlus Sunnah tentang “Nyoblos dalam Pemilu” berikut e-book yang dapat didownload oleh ikhwah sekalian dari blog ini. Berikut kami tambahkan jawaban dari Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani ketika menjawab pertanyaan dari Ustadz Abdullah Taslim, LC yang kami ambil dari situs muslim. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari sini
Tanya (Abdullah bin Taslim): Sehubungan dengan
Pemilu untuk memilih presiden yang sebentar lagi akan diadakan di
Indonesia, dimana Majelis Ulama Indonesia mewajibkan masyarakat
Indonesia untuk memilih dan mengharamkan golput, bagaimana sikap kaum
muslimin dalam menghadapi masalah ini?
Syaikh Abdul Malik: Segala puji bagi Allah, serta salawat, salam dan keberkahan semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, serta orang-orang yang setia mengikuti jalannya, amma ba’du:
Saat ini mayoritas negara-negara Islam menghadapi cobaan (berat)
dalam memilih pemimpin (kepala negara) mereka melalui cara pemilihan
umum, yang ini merupakan (penerapan) sistem demokrasi yang sudah
dikenal. Padahal terdapat perbedaan yang sangat jauh antara sistem
demokrasi dan (syariat) Islam (dalam memilih pemimpin), yang ini
dijelaskan oleh banyak ulama (ahlus sunnah wal jama’ah). Untuk
penjelasan masalah ini, saudara-saudaraku (sesama ahlus sunnah) bisa
merujuk kepada sebuah kitab ringkas yang ditulis oleh seorang ulama
besar dan mulia, yaitu kitab “al-’Adlu fil Islaam wa laisa fi dimokratiyyah al maz’uumah”
(Keadilan yang hakiki ada pada syariat Islam dan bukan pada sistem
demokrasi yang dielu-elukan), tulisan guru kami syaikh Abdul Muhsin bin
Hamd al-’Abbaad al-Badr –semoga Allah menjaga beliau dan memanjangkan
umur beliau dalam ketaatan kepada-Nya –. Read the rest of this entry »
Selain download e-book, kami juga berusaha untuk menampilkan halaman Download Audio yang berisi ceramah para asatidz Ahlus Sunnah yang semoga dengannya akan lebih menambah wawasan kita dan menjadikan keimanan kita semakin kokoh walaupun diterjang gelombang fitnah yang semakin lama semakin pelik.
Semoga tambahan yang sedikit ini dapat memberikan manfaat yang banyak bagi kami dan juga ikhwah semua.
Klik di sini untuk ke halaman download audio